|
Dengan kita mengoptimalkan pemrograman bahasa PHP akan membantu mengurangi beban server dalam memproses script pemrograman pada saat menerima request yang berlebihan. Optimalisasi kode program/ script bahasa PHP merupakan optimalisasi yang sangat dasar dalam perancangan aplikasi website. Setelah mengoptimalisasi script PHP- nya, maka dapat kita lanjutkan ke optimalisasi database, dan web server.
Berikut adalah beberapa panduan untuk mengoptimalkan kode PHP anda: - Sebisa mungkin deklarasikan method dalam class sebagai statik.
- Gunakan echo daripada print untuk mengirimkan output ke browser.
- echo "a"; echo "b"; echo "‘c"’; lebih baik daripada $string="a"."b"."c"; echo $string;
- echo $a,$b,$c lebih cepat daripada echo $a.$b.$c
- Gunakan foreach daripada while untuk penelusuran.
- Unset variable yang telah selesai digunakan terutama variable yang membutuhkan memori besar seperti array.
- Hindari penggunaan _get, _set, _autoload.
- Penggunaan require_once membutuhkan resource cukup besar, jadi pergunakan seperlunya.
- Gunakan fullpath untuk include atau require karena bila menggunakan variable untuk path misalnya OS Path maka diperlukan waktu tambahan untuk parsing variable.
- Hindari penggunaan regex bila masih bisa menggunakan function string seperti srncasecmp, strpbrk, stripos, dan lain-lain.
- Untuk perbandingan variable, === akan lebih baik dibandingkan hanya ==.
- Tutup koneksi database bila sudah selesai digunakan.
- Hindari ouput error sebisa mungkin dalam aplikasi rilis sebaiknya hanya digunakan dalam debugging aplikasi;
- Jangan menggunakan fungsi dalam statement loop misalnya for ($x=0; $x < count($array); $x) karena akan memanggil fungsi untuk setiap loop.
- Gunakan kutip untuk mengakses array. Contoh: row["id"] is 7 lebih cepat dari $row[id].
- Hindari penggunaan variable global.
- Gunakan single kutip dibanding menggunakan double kutip karena penggunaan double kutip akan mengecek variable di dalam string. Misalnya echo ‘Isi A=’.$a; lebih cepat dibandingkan echo “Isi A=$a”;
- Sebisa mungkin gunakan html dari pada php untuk ouput. Misalnya
<?php if($a):?> <p>A benar</p> <?php else:?> <p>A salah</p> <?php endif; ?> Lebih baik dibandingkan<?php if($a) echo '<p> A benar </p>'; else echo '<p> B salah </p>; ?> - Gunakan pengecekan variable sebelum mengecek tipe variable. Karena pengecekan tipe variable yang tidak ada, akan memakan resource lebih banyak.
- ++$i lebih baik daripada $i++
- Gunakan lowercase karena true lebih baik dari TRUE, false lebih baik dari FALSE dan null lebih baik dari NULL.
- $var===null lebih baik daripada is_null($var).
- Untuk memanggil fungsi dalam class maka sebaiknya gunakan reference operator & (and)
$a= new ClassA; $b=& $a->fungsiA(); akan lebih baik dibandingkan $a= new ClassA; $b=$a->fungsiA(); Apa yang disebutkan di atas bukan nilai mutlak dari performance aplikasi anda, karena perkembangan versi PHP ke depan selalu memungkinkan optimasi kode program lebih baik. Sebaiknya selalu gunakan PHP versi terakhir karena akan selalu ada peningkatan performance. Contohnya PHP5 lebih lebih cepat dibandingkan PHP4. Referensi: - http://reinholdweber.com/?p=3
- http://www.phpbench.com/
- http://phplens.com/lens/php-book/optimizing-debugging-php.php
- http://www.pradosoft.com/wiki/index.php/Coding_Conventions_and_Guidelines
- http://www.thinkrooms.com/2008/07/08/optimalisasi-kode-program-php/
|